Senin, 03 Januari 2011

SASTRAWI DAN POP

Dalam perkembangan dunia kesusastraan dunia, kesusastraan di Indonesia ikut menjadi bagian dari perkembangannya. Termasuk Prosa Fiksi sebagai salah satu genrenya. Dewasa ini, Prosa Fiksi (Cerpen/Novel) sedang berada dalam dua karakter gaya penulisan dan pengucapan yakni prosa sastrawi dan pop (Cheklet dan Teenlet).

Coba kemukakan perbedaan dari kedua karakter tersebut, menurut yang anda ketahui!

134 komentar:

  1. perbedaan yang mencolok antara sastra dan pop adalah gaya bahasa yang digunakan. pop sering menggunakan bahasa sehari-hari, bahasanya ringan dan sangat vulgar. sedangkan sastra menggunakan pemilihan kata sehingga pembaca menggunakan imajinya untuk memahami bahasa si pangarang.
    dan perbedaan yang kedua terletak pada isi.
    alur yang disuguhkan pop tidak rumit dan tidak bertele-tele. sedangkan sastra alur yang disuguhkan rumit, dan bahasanya pun berat, karena menggunakan diksi, sehingga terdapat nilai estetisnya.

    BalasHapus
  2. menurut saya perbedaan karakter novel sastrawi dan poupler terletak pada tujuannya.Novel sastrawi mengutamakan keindahan berbahasa ketimbang tema yang di usungnya. Misalnya novel La Barka, temanya tentang percintaan tapi itu bukan yang utama. Nilai estetis justru terdapat dalam setiap kalimat yang dituliskan penyair.

    Berbeda dengan novel populer yang bertujuan memberikan hiburan yang sedang aktual di masyarakat, novel populer bisa laris seketika tapi mudah untuk dilupakan pembaca karena muncul novel-novel yang baru dengan cerita yang baru.

    saya merasakan sendiri novel sastrawi bisa tahan dengan zaman, apabila berkualitas tentunya. sampai sekarang kita masih mendengar nama-nama pengarang dahulu (Sutan Takdir Alisyahbana, Marah Roesli, Tulis Sutan Sati, dst.)
    tapi saya tidak tahu pengarang novel populer sekarang bisa masih dikenal 10 sampai 100 tahun mendatang.

    BalasHapus
  3. Perbedaan antara genre pop dan sastrawi terdapat pada keindahan isinya. Genre pop lebih ringan dalam isi ceritanya sehingga mudah untuk dimengerti dalam sekali baca, pembaca bisa langsung mengetahui makna yang ingin disampaikan oleh pengarang. Sedangkan genre sastrawi lebih sulit diketahui makna yang ingin disampaikan pengarang sehingga kadang kala pembaca harus mengernyitkan jidat untuk memahami isi cerita.

    BalasHapus
  4. yang saya ketahui setelah membaca novel sastrawi "Sang Penyair" dan novel pop "Cofeito" perbedaannya yaitu:
    1. novel sastrawi lebih menonjolkan gaya bahasa sedangkan novel kurang;
    2. pendeskripsian tokoh dan latar dalam novel sastrawi sangat detil sedangkan dalam novel pop tidak;
    3. novel sastrawi lebih sulit dipahami karena harus menerjemahkan majas-majas yang ditulis oleh pengarang;
    4. bahasa dalam novel pop mengikuti perkembangan zamam, seangkan novel sastrawi tidak.
    5. bahasa yang diguakan dalam novel pop sederhana dan ringan sehingga mudah dipahami sedangkan novel pop tidak.

    BalasHapus
  5. menurut saya perbedaan yang lebih yang sederhana dari kedua jenis novel tersebut dari segi bahasa yang disampaikan pengarangnya. Misalnya pada novel pop, pengarang menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh pembaca karena novel populer tidak banyak menggunakan majas-majas dalam penyampaiannya. sedangkan dalam novel sastrawi pengarang banyak mengunakan majas-majas dalam penyampaiannya.

    BalasHapus
  6. saudara Ogie, apakah sesederhana itu perbedaan novel sastrawi dan populer ?

    BalasHapus
  7. ya saya cuma mencoba menyederhanakan apa yang di ungkapkan dalam komentar teman-teman bahwa perbedaan sastrawi dan populer adalah dari segi penyampaian pengarangnya.

    BalasHapus
  8. saya setuju dengan pendapat ako soal sastra pop bahwa novel populer yang bertujuan memberikan hiburan yang sedang aktual di masyarakat, novel populer bisa laris seketika tapi mudah untuk dilupakan pembaca karena muncul novel-novel yang baru dengan cerita yang baru pula.Tetapi jika satrawi hanya mengutamakan keindahan diksi saja saya kurang tepat, karena yang saya ketahui awal penulis menulis itu dengan gagasan poko atau tema yang akan diankat menjadi suatu karya.jadi tema itu sangat penting dalam suatu karya sastra kalau seorang pengarang atau penulis mengabaikan tema apa yang akan dikembangkan ketika akan menulis/berkarya.

    BalasHapus
  9. Perbedaan karakter novel sastrawi dan novel populer :

    Novel sastrawi dari segi pemahaman isinya memiliki kualiatas yang tidak mudah atau sederhana sehingga untuk mampu memahami maknanya diperlukan proses berpikir yang dalam.

    Sedangkan novel populer lebih mementingkan kesederhanaan tulisan, persoalan permasalahan yang gampang dan mudah teratasi. Isinya mudah dipahami pembaca.

    BalasHapus
  10. Perbedaan karakter novel sastrawi dan novel populer :

    Novel sastrawi dalam pemilihan kata atau gaya bahasa sangat tepat dan memiliki alur yang rumit,sehingga menghasilkan keindahan dalam berbahasa.Sedangkan pada novel populer pemilihan katanya menggunakan bahasa yang mudah dibaca oleh pembaca (bahasa sehari-hari) alurnya pun sangat mudah ditebak .Novel populer biasanya bertujuan untuk hiburan saja.

    BalasHapus
  11. mungkin tidak sesederhana itu, pengarang juga mungkin tidak mudah untuk membedakan nya.seperti membalikan telapak tangan.pendapat teman-teman mungkin benar,bahwa perbedaan novel sastrawi dan novel pop salahsatu nya bisa dilihat dari segi bahasa nya. Dan novel pop cenderung lebih modern daripada novel sastrawi.

    BalasHapus
  12. mana komentar dari mahasiswa yang lain? mana dari kelas lain?

    BalasHapus
  13. saya sependapat dengan novi fauziah,bahwa pengarang tidak mudah untuk membedakannya,di samping itu bahasa yang digunakan ada yang pembaca pahami ataupun tidak,dan pengarang harus bisa menyesuaikan karena dalam novel pop bersifat hiburan,memindahkan bahasa lisan menjadi tulisan.contohnya dalam kehidupan sehari-hari.sedangkan novel sastrawi mengulas sampai pada inti kehidupan,untuk mencapai daya ungkap dan estetika tertentu.

    BalasHapus
  14. untuk arko,
    menurut saya novel pop pun bisa tahan dengan zaman, kita ambil salah satu contoh, novel Dealova, sampai sekarang cerita itu masih jelas di ingatan kita, novel tersebut mempunyai kualitas dan pembuatannya yang fenomenal, karena di filmkan. otomatis sastra pop tidak akan hilang begitu saja dari ingatan masyarakat.

    satu lagi, jika ada fasilitas yang memungkinkan khusus pembelajaran sejarah sastra po, maka novel Pop tak akan lekang oleh waktu,

    Sadiana:
    jawaban anda
    novel sastrawi lebih menonjolkan gaya bahasa sedangkan novel kurang;
    novel manakah yang anda maksud?

    bahasa yang diguakan dalam novel pop sederhana dan ringan sehingga mudah dipahami sedangkan novel pop tidak.

    menurut saya, tidak ada perbedaan antara novel pop dengan novel pop.

    BalasHapus
  15. saya sependapat dengan apa yang dikatakan saudari putri. bahwa novel pop tidak akan pudar oleh zaman, karena selain membaca novel tersebut,pembaca juga bisa lebih mendalami isi cerita karena sudah di film kan. Jadi tergantung kualitas isi novel tersebut.

    BalasHapus
  16. perbedaan keduanya yang mencolok terdapat pada bahasanya. bahasa novel pop ringan, walaupun ditemukan kesulitan masih bisa dufahai. sedangkan novel sastrawi menggunakan bahasa yang terkadantg sulit dimengerti, maka dari itu harus mengkaji bahasanya secara dalam. keemudian pada konfiknya juga. terlihat jelas pada novel laskar pelangi dan atheis. laskar pelangi tingkat konfiknya masih dapat difahami maksudnya tingkat kesulitannya masih wajar. sedangkan pada atheis selain menggunakan bahasa yang lumayan rumit juga konfliknya tidak mudah difahami apabila kita tidak cermat

    BalasHapus
  17. usulan yang bagus dari saudara putri, tapi apakah novel pop seperti Dealova itu dijadikan sebagai alat pembelajaran di SMP/SMA?
    tentunya yang kita jadikan sebagai alat pembelajaran di SMP/SMA itu adalah novel-novel sastrawi. itulah bukti bahwa masih lemahnya kualitas novel populer.

    menurut saudara putri tidak ada perbedaan antara novel pop dengan novel pop, itu bagaimana mksudnya?

    BalasHapus
  18. menurut saya novelkarya sastra pop itu dari segi bahasanya lebih mudah untuk dipahami karena lebih banyak menggunakan bahasa modern yang sering kita gunakan dalam sehari-hari. sedangkan karya sastrawi lebih banyak menggunakan bahasa kiasan, dan jika ada orang yang tidak mengerti makna dari bahasa kiasan itu sendiri maka dia pun akan sulit memahami ini dalam karya sastra tersebut.

    BalasHapus
  19. menurut saya perbedaan antara novel sastra dan novel pop yaitu novel sastra lebih dikenang dari zaman ke zaman dan penggunaan bahasanya pun lebih sulit untuk d pahami..

    sedangkan novel pop hanya terkenal dalam satu kali muncul dan dalam penggunaan bahasanyapun mudah d pahami karna menggunakan bahasa sehari hari...!!!!

    BalasHapus
  20. Menurut saya, perbedaan antara novel sastra dan novel pop salahsatunya terlihat dari gaya bahasanya. bahasa dalam novel sastra banyak menggunakan bahasa kiasan sehingga terkadang sulit untuk memahami maknanya. untuk itu butuh pemikiran yang sangat kritis.
    sedangkan novel populer, bahasa yang digunakannya sederhana sekali dalam arti bahasa yang digunakan pengarang adalah bahasa yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari bahkan ada menggunakan bahasa yang gaul. meskipun tak menutup kemungkinan terdapat ungkapan atau peribahasa yang digunakan, akan tetapi biasanya ungkapan tersebut sudah sering digunakan sehingga mudah memahaminya.

    BalasHapus
  21. menurut saya novel sastrawi bahasanya menggunakan diksi yang rumit dan mungkin cukup sulit tuk di pahami, sedangkan novel populer mamiliki bahasa yang mudah di pahami yang ringan,dan cerita pop lebih simpel dan tidak bertele-tele saperti novel sastrawi...
    terima kasih

    BalasHapus
  22. dengan melihat beberapa pendapat rekan-rekan memang tidak mudah ya membedakan antara novel pop dan sastrawi,tapi saya lebih cenderung terhadap pendapat dari saudara Arko yaitu perbedaan novel sastrawi dan pop adalah
    Novel populer bertujuan memberikan hiburan yang sedang aktual di masyarakat dan lebih cenderung kepada remaja karena hampir semua novel pop memuat cerita-cerita realita yang sedang terjadi masa kini, novel populer bisa laris seketika tapi mudah untuk dilupakan pembaca karena muncul novel-novel yang baru dengan cerita yang baru dan telah banyak pula pengarang dari novel pop, bahkan kita pun mampu membuat novel pop karena bahasa dan isinya lebih ringan. sedangkan novel sastrawi lebih mengedepankan nilai-nilai sastranya apalagi dilihat dari pemilihan bahasanya ceritanya itu lebih cenderung diingat begitupun dengan pengarangnya.
    sedikit tambahan dengan munculnya novel pop dan sastrawi kita mendapat gambaran termasuk kemanakah novel yang selama ini telah kita baca.

    BalasHapus
  23. Menurut saya, karya sastra berangkat dari realitas sosial, hasil dari permenungan atau refleksi kontemplatifnya dengan kehidupan, baik dirinya sebagai individu maupun makhluk sosial, baik hubungan dengan manusia, Tuhan maupun alam.

    Karena berangkat dari renungan kontemplatif, maka sastrawan tersebut berusaha memberikan solusi dari segala persoalan yang menjadi latar dan tema karyanya. Itulah mengapa karya sastra, meskipun sederhana, mampu menggerakan dunia.

    Sedangkan novel pop adalah novel yang berangkat dari keinginan pasar atau keinginan masyarakat secara umum. Dia lahir demi keuntungan pasar dan industri.

    BalasHapus
  24. menurut saudara rian novel sastrawi berasal dari hasil permenungan atau refleksi kontemplatifnya dengan kehidupan baik dirinya sebagai maupun mahkluk sosial, baik hubungan manusia, Tuhan maupun alam.

    saya belum mengerti apa maksud dari refleksi kontemplatif itu ? tolong beri penjelasan sejelas-jelasnya ...

    BalasHapus
  25. saya menyanggah atas pendapat dari saudara rian. bahwa dalam penjelasannya novel sastrawi berangkat dari realitas sosial dan permenungan sedangkan novel populer berangkat dari keinginan pasar.
    menurut saya novel populer juga pasti hasil dari pemikiran pengarangnya. Hanya dalam segi penyampainya pengarang menggunakan bahasa yang sederhana sedangkan novel sastrawi dalam bahasanya usur-unsur sastrawinya masih kuat sehingga tidak mudah untuk dipahami

    BalasHapus
  26. ogi:
    menurut saya pendapat saudara RIAN PRATAMA G sah-sah saja karena novel itu multi intepretatif setiap orang pasti mempunyai arguman yang berbeda yang berbeda setah membacanya.

    BalasHapus
  27. novel sastrawi ialah novel yang lebih mengedaepankan nilai-nilai sastranya, lebih mengutamakan kualitas, bahasanya apik, sehingga perlu waktu untuk memahami isi ceritanya. novel sastrawi tak akan lekang oleh waktu, fleksibel sehingga walaupun dibuat pada zaman dahulu namun ceritanya dapat mengikuti zaman.

    sedangkan novel po ialah novel yang lebih mengedepankan kuantitas daripada kualitas ceritanya, bahasa yang digunakan pun sangat ringan, yaitu bahasa sehari-hari. novel pop keberadaanya hanya pada masa itu saja. tidak akan seperti novel sastrawi.

    BalasHapus
  28. ya benar saya setuju dengan saudari santi,memang untuk membedakan kedua novel tersebut memanglah tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan.
    menurut saya,perbedaan yang mecolok antara novel pop dan novel sasrtawi terletak pada gaya bahasa yang digunakan dan cara penyajiannya.
    di dalam novel pop bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami tidak berbelit-belit bahkan ada juga yang menggunakan bahasa gaul yang disesuaikan dengan kehidupan remaja sekarang, walaupun tidak menutup kemungkinan di dalam novel pop ada bahasa kiasan dan cara penyajiannya disajikan dengan ringan,menghibur,pembahasannya fulgar serta peristiwa yang terjadi cenderung menceritakan masalah remaja.
    sedangkan novel sastrawi bahasa yang digunakan cenderung dengan pemilihan diksi sehingga menghasilkan nilai estetika yang lebih dalam,artinya untuk mengetahui makna kata tersebut kita perlu menggunakan imajinya serta masih melekatnya unsur kedaerahan dan cara penyajiannya disajikan lebih dalam, dalam arti jika dibandingkan dengan novel pop alur permasalah yang yang disajikan cenderung lebih dalam.

    BalasHapus
  29. saya setuju dengan pendapat rian tetapi saya kurang mengertim apa itu refleksi kontemplatif? mohon penjelasannya.

    BalasHapus
  30. untuk saudara Putri, anda mengatakan "sedangkan sastra menggunakan pemilihan kata sehingga pembaca menggunakan imajinya untuk memahami bahasa si pangarang."
    apakah dalam novel pop pembaca tidak menggunakan imajinasi untuk memahami bahasa si pengarang? dan maksud dari bahasa yang vulgar dalam novel pop itu bagaimana? mohon di contohkan.
    dalam karya sastra baik itu dalam novel pop maupun sastrawi tentu terdapat efek estetisnya. nah, saya ingin bertanya dimanakah letak estetisnya itu, apakah terletak dalam isi ataukah dalam bentuknya?

    BalasHapus
  31. ya menurut saya pada intinya perbedaan cerpen/novel pop dan sastrawi adalah dilihat pada segi pengarang dalam menyajikan ceritanya.

    pop lebih ringan, mampu memberi stimulus bagi pembaca karena berisi tentang cerita yang populer terjadi di kalangan remaja (tidak membosankan), memberikan hiburan, pembahasannya cenderung lebih fulgar.

    sastrawi mendahulukan nilai sastranya, bahasanya lebih diperhatikan sehingga perlu konsentrasi untuk mengkaji isi dari cerpen/novel yang kita baca.

    BalasHapus
  32. Saudara Santi menurut Anda novel pop memberikan hiburan, tidak membosankan. apakah novel sastrwi tidak memberikan hiburan? sedangkan yang saya rasa karya satra itu memberikan manfaat untuk menghibur.

    BalasHapus
  33. saudari Ririn, anda mengatakan "dalam arti jika dibandingkan dengan novel pop alur permasalah yang yang disajikan cenderung lebih dalam." saya ingin mengetahui lebih jelas lagi bagaimana yang disebut alur permasalahan lebih dalam itu, dan bagaimana kita mengetahui apakah karya itu memiliki alur permasalahan yang dalam atau tidak?

    BalasHapus
  34. kawan-kawan saya juga mau ikut berpartisipasi nih.
    ternyata nama novel sastrawi dan novel pop tidak ada yang mengetuskannya, nama tersebut dikemukakan oleh para kritikus sastra, ketika sastra-sastra tersebut mulai muncul.
    betul-betul-betul

    BalasHapus
  35. ADA YANG mengatakan bahwa Novel pop tidak memiliki nilai sastra,padahal pada kenyataannya novel pop yang saya analisis melalui pendekatan struktural banyak nilai-nilai sastranya,karena setiap novel itu dibuat dari hasil imajinasi kreatif baik diangkat dari kisah nyata atau fiktif oleh pengarangnya, begitu pula novel sastrawi sama.


    jadi menurut saya tidak hanya ada PERBEDAAN antara novel pop dan novel sastrawi, tetapi persamaannya juga ada. seperti yang saya kemukaka,semuanya memiliki nilai sastra.
    betul-betul-betul.

    BalasHapus
  36. putri
    saya sependapat dengan anda, bahwa tidak hanya ada perbedaan antara novel pop dan novel sastrawi, karena keduanya merupakan fiksi hasil daya cipta pengarangnya.
    tetapi perbedaannya juga banyak loh...
    betul-betul-betul.

    BalasHapus
  37. kemudian persammaan yang cecep maksud di sana itu mengenai hal atau aspek apa saja??

    BalasHapus
  38. saya juga mau ikut berkomentar menurut saya perbedaan novel pop dan sastrawi itu telihat pada bagaimana cara pengarang dalam menuangkan gagasan atau idenya. kalau pada novel sastrawi pengarang menuangkan ide cerita,atau imajinasinya tidak terlepas dari adat istiadat yang melekat pada jaman itu.meskipun cerita yang pengarang ambil berangkat dari realitas yang terjadi tetap saja pengaruh adat dan nilai moral itu penting adanya. nah kalau novel pop,itu ada pada sekitar tahun 70an kesini, pengarang dalam menulis karya novel pop itu tidak begitu terpengaruh oleh adat istiadat, bahkan dalam novel pop yang telah saya baca, dalam cerita itu tidak ada unsur moral dan adat.
    dalam segibahasa novel sastrawi pengarangnya itu lebih mengedepankan keindahan dan kehalusan bahasa juga etika.
    novel pop dalam isi ceritanya urakan, disajikan secara ringan,dan bertutur tidak normal.
    sekian terimakasih......

    BalasHapus
  39. untuk andri
    menurut pendapat saya persamaan aspek yang dimaksud oleh CECEP OPANDI dan PUTRI yaitu;
    1. baik novel sastra atau novel pop keduanya merupakan karya sastra fiksi;
    2. novel pop dan novel sastrawi bertujuan menghibur;
    3. novel sastrawi dan novel pop memiliki unsur intrinsik dan ektrinsik;
    4. novel pop dan novel sastrawi termasuk kedalam genre sastra terutama prosa.
    4.

    BalasHapus
  40. saya setuju dengan opini SADIANA bahwa novel sastrawi dan novel pop merupakan karya sastra yang bersifat manghibur dan marupakan genre sastraprosa yang berbentuk fiksi.
    hanya saya mau menambahkan novel sastrawi maupun novel pop menggambarkan dan mengisahkan kehidupan manusia (tokohnya)yang tentunya masih diikuti oleh perubahan nasib.
    betul-betul-betul.
    hey kelas 2E pada kemnana?

    BalasHapus
  41. cecep sebagian kritikus menyatakan bahwa pelopor novel pop ialah JK. ROWWLING.............

    BalasHapus
  42. saya ingin bertanya kepada sdr. nunung, menurut anda dalam segibahasa novel sastrawi pengarangnya itu lebih mengedepankan keindahan dan kehalusan bahasa juga etika.

    apakah novel pop tidak demikian? bagaimana dengan novel ayat-ayat cinta??

    BalasHapus
  43. rouf: ya, menurut saya novel pop pantas untuk djdkan pembeljaran, karena bagaimanapun juga novel pop mrupkan bagian dari sastra masa kini (populer).

    "tdak ada perbedaan antara novel pop dan novel pop"
    itu mrupakan gagasan dari sdr. Sadiana, sayapun tak mengerti apa yang Ia katakan.


    Nuraenah: pertanyaan anda sungguh bernyawa...hhe

    kebanyakan novel Pop, menggunakan bahasa yang ringan, tidak terlalu bertele-tele, sedangkan sastrawi terkenal dengan pemilihan kata yang kerap dengan majas. oleh karena itu pembaca novel Pop harus membangun imajinya, jika ingin senyawa dengan bahasa pengarang.

    "bahasa novel Pop vulgar"
    bahasanya jujur, langsung mengena.
    dan menurt sya tak perlu lgi sya cntohkan sperti apa bahasa yang vulgar itu, karena pada diskusi yang berlgsung setiap pembelajaran sudah dbahas,
    efek estetisnya: hhmm,, klo tdak slah, ini adlah pertnyaan anda kmarin.
    kbnyakan pengarang menunjukan nilai estetis pda btknya..

    BalasHapus
  44. sdr.nunung: mksud dari novel pop dalam isi ceritanya urakan, dan bertutur tidak normal.
    mhon djlaskan, apa mksudnya??
    cecep: ya betul, saya setuju dengan anda, bahwa novel pop mempunyai nilai sastra, hanya saja ada beberapa perbedaan jka dilihat dari dampak estetisnya...

    BalasHapus
  45. Ayo keterlibatan mahasiswa yang lainnya ditunggu!

    BalasHapus
  46. karya sastra lebih ideal daripada karya pop

    BalasHapus
  47. perlu diingat rekan-rekan, disini kita hanya mengutaraka perbedaan bukan mengintimidasi salah satunya.

    untuk nunung novel pop ceritanya urakan,dan berstruktur tidak normal apakah termasuk nilai edtetis novel tersebut atau bukan?

    BalasHapus
  48. Saya ingin mencoba berkomentar juga. Menurut pendapat saya, perbedaan sastra dan pop, pada sastra bahasa yang digunakan mayoritas menggunakan bahasa kiasan, bahasa-bahasa yang sedikit dimengerti oleh kita, tidak menggunakan bahasa-bahasa yang digunakan pada umumnya dan ceritanya pun menggambarkan peristiwa atau kejadian pada saat itu. Pemilihan kata sangat diutamankan pada sastra. Sedangkan pada pop bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, jadi mudah dimengerti oleh kita selaku pembaca dan ceritanya pun dapat mudah dimengerti secara langsung kerena alur ceritanya banyak yang mengisahkan kehidupan atau pengalaman pribadi pengarang.

    BalasHapus
  49. Putri_ Novel pop mempunyai nilai sastra, tetapi ada perbedaan jika dilihat dari dampak estetisnya. Apa saja perbedaan itu???

    Tmen2 kelas 2C pada kemana nie???

    BalasHapus
  50. menurut pendapat saya novel sastrawi lebih mengedepankan etika, moral dan adat istiadat.dalam novel sastrawi latarbelakang masalah atau cerita yang dituangkan merupakan cerita kedaerahan juga bahasa yang pengarang tuangkan dalam cerita itu bahasa daerah. sedangkan novel pop berbanding terbalik dengan novel sastrawi, novel pop disajikan dengan ringan, menghibur juga bertutur tidak normal,isi ceritanya urakan tidak ada sedikitpun unsur kedaerahan atau kaitan dengan adat istiadat.

    BalasHapus
  51. Dua istilah novel tersebut, sebetulnya adalah sebuah upaya untuk membedakan dua jenis karya sastra. Meskipun kerap juga, perbedaan-perbedaan itu kemudian tampak kabur ketika batas-batasnya juga tidak dapat diidentifikasi secara jelas.

    BalasHapus
  52. perbedaan novel sastrawi dan pop terletak pada bahasa yang digunakan oleh pengarang juga terletak pada tujuan.novel pop ditujukan untuk remaja sedangkan novel sastrawi tidak dikhususkan untuk kalangan tertentu.
    menurut saudara neng santi novel pop disajikan dengan ringan dalam hal apa?apakah konfliknya atau apa?lalu konflik dalam novel pop tersebut bagaimana?

    BalasHapus
  53. maksud saya ringan dalam penggunaan bahasa, konfliknya sendiri juga ringan tidak serumit konflik yang terdapat pada novel sastrawi,anda sendiri mungkin bisa membedakan kesulitan dan kemudahan yang anda hadapi dalam membaca novel pop dan novel sastrawi.
    menurut saudara lis novel sastrawi tidak dikhususkan untuk kalangan tertentu,bisa dijelaskan?

    BalasHapus
  54. menurut saya novel sastrawi tidak dikhususkan untuk kalangan tertentu karena dapat dinikmati oleh semua kalangan tidak seperti novel pop yang menurut anda hanya ditujukan untuk kalangan remaja.dapatkah anda menjelaskan perbandingan rumitan konflik yang terdapat dalam novel sastrawi dan novel pop yang pernah anda baca dan judlnya apa?

    BalasHapus
  55. pada novel sastrawi, permasalahan yang diangkat menjadi sebuah permasalahn sangat luas misalnya tentang adat atau kebudayaan tapi bukan berarti pula novel sastrawi tidak ada yang menyuguhkan permasalahan yg sempit. gaya bahasa banyak menggunakan majas dan peilihan diksi sangat diperhatikan.
    Novel pop, selain mengangkat kisah dikalangan remaja gaya bahasa pun menggunakan bahasa yang biasa digunakan pada kehidupan sehari-hari walaupun ada sebagian yang menggunakan majas.

    BalasHapus
  56. pada novel sastrawi bahasa yang digunakan sangat sulit untuk dipahami.sedangkan novel pop bahasa yang digunakan sangat mudah untuk dipahami. pada saat ini banyak yang lebih menyukai novel pop dari pada novel sastrawi,mungkin itu semua karena adanya perbedaan bahasa yang digunakan.

    BalasHapus
  57. saya setuju dengan pendapat rian tetapi saya kurang mengertim apa itu refleksi kontemplatif? mohon penjelasannya. dan menurut saya apa yang di kemukakan oleh saudara santi tidak semuanya benar karena banyak juga novel sastrawi yang bahasanya mudah di pahami misalnya novel la barka dan novel sang penyair.

    BalasHapus
  58. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  59. untuk saudari iis ismawati, mungkin pendapat saya sama dengan pendapat saudari santi susanti. Semua karya sastra itu bersifat menghibur, namun novel pop lebih menghibur daripada sastrawi.Seperti yg santi susanti contoh kan,seperti itu. Dan novel pop,pembaca akan lebih memahami karena sudah di film kan.

    BalasHapus
  60. saudari Iis memang semua karya sastra itu menghibur, tetapi menurut saya karya sastra berupa novel pop yang lebih memberikan hiburan.

    contohnya ini pengalaman yang saya rasakan ketika saya membaca novel "Selamanya" karya Rio Rinaldo, dengan membaca sinopsisnya saja saya tertarik karena terangsang dengan bahasa, kata-kata dan cerita yang melibatkan anak muda yang umurnya sesuai dengan umur saya yang membacanya dan saya merasa terhibur dengan membaca sekilas saja sehingga saya tertarik untuk membaca seluruhnya. selain itu rata-rata novel pop itu sudah di film kan meskipun ceritanya tidak mendetil seperti yang di tuliskan di novel.

    sedangkan ketika saya membaca novel sastrawi "Karmila" karya Marga T, meskipun itu bercerita tentang anak muda juga tetapi ketika saya membaca sekilas sinopsisnya saya merasa kurang terangsang dengan bahasa, kata-kata yang disajikannya karena perlu konsentrasi agar kita mencapai tujuan yang ingin kita raih.

    nah dengan pengalaman saya seperti itulah saya mengutarakan pendapat saya bahwa novel pop itu lebih menghibur daripada sastrawi, seperti yang diposkan sebelumnya oleh saya.

    BalasHapus
  61. untuk saudari eneng santi dewi, menurut anda sendiri perbedaan kesulitan dan kemudahan dalam membaca novel pop dengan novel sastrawi itu seperti apa?tolong jelaskan menurut pendapat anda!

    BalasHapus
  62. Waw. diskusi yang sayang jika dilewatkan.

    Perbedaan novel sastrawi dan novel populer memanglah tidak cukup dilihat dari satu segi saja (bahasa, tema, alur dll ; sesuai yang telah rekan-rekan semua utarakan di atas).

    Secara pribadi saya menilai perbedaan yang mencolok pada ke dua kelas novel ini ialah pada amanat (pesan) pengarang. Dalam novel sastra pengarang cenderung lebih luas memaparkan pemikiran-pemikirannya mengenai permasalahan (biasanya sosial)

    jadi kesimpulannya amanat pada novel kelas sastra jauh lebih kaya daripada novel kelas populer.

    suatu contoh mengenai kekayaan amanat/makna pada novel kelas sastra : (HB. Jassin pernah mengungkapkan bahwa ketika membaca lagi karya sastra kita akan menemukan makna yang baru).

    BalasHapus
  63. perbedaannya adalah novel sastra dan novel pop adalah dimana dr segi bhsa nya , bhsa yg di gunakan dlm novel sastra itu sulit di mengerti sedangkan dlm sastra pop dgn bhsa yg mudah mnjdi si pmbaca mengerti dan bhsa nya mengikuti zaman.

    BalasHapus
  64. MAYA
    BENAR, Sekarang saya baru ingat bahwa sebagian kritikus menyatakan bahwa pelopor novel pop ialah JK. ROWWLING.
    padahal materi ini telah di bahas ya di kelas,

    BalasHapus
  65. dari semua pendapat yang telah teman-teman kemukakan,jadi letak perbedaan antara novel sastrawi dan novel pop apa hanya dari segi pemakaian gaya bahasanyanya saja?
    apa teman-teman ada yang ingin lebih menjelaskan apa saja perbedaan dari novel sasrtawi dan novel pop?
    terima kasih,,

    BalasHapus
  66. cici_ Novel pop mempunyai nilai sastra itu adlah persamaannya,dan ada perbedaan jika dilihat dari dampak estetisnya. yaitu gaya bahasa, alur, tujuan, isi dari novel pop dan sastra

    BalasHapus
  67. untuk ABDUL ROUF Profiks-D

    "menurut saudara putri tidak ada perbedaan antara novel pop dengan novel pop"
    mksudnya Bahwa setiap novel itu dibuat dari hasil imajinasi kreatif baik diangkat dari kisah nyata atau fiktif oleh pengarangnya dengan tujuan supaya novel tersebut bisa dinikmati atau bisa bersifat menghibur kepada pembacanya, juga setiap pengarang juga memiliki tujuan yang hendak disampaikan kepada pembacanya melalui isi cerita pada novel-novel tersebut.

    untuk NUNUNG NURHAYATI profik-E

    saya juga ingin bertanya seperti halnya yang dikemukakan oleh Maya Asri,
    tau kan novel ayat-ayat cinta?

    tetapi novel pop ayat-ayat cinta juga mengedepankan nilai keindahan dan kehalusan bahasa juga etikanya.
    berarti sama dong antara novel sastrawi dan novel pop.
    bahwa ke duanya mengedepankan juga memiliki nilai keindahan dan kehalusan bahasa juga etikanya.

    untuk SEP ARINDA profik_B

    Novel pop = cetek
    Novel sastrawi = berat
    menurut kallian OPINI TERSEBUT BETUL tidak?

    untuk CICI HEERYANI profiks_C

    sama temen-temen kelas saya juga ada yang belum nimbrung koment,ga tau pada kemana?

    BalasHapus
  68. maaf ralat

    untuk ABDUL ROUF Profiks-D

    maksud saya
    "menurut saudara putri tidak ada perbedaan antara novel pop dengan novel sastrawi"

    BalasHapus
  69. Waw. diskusi yang sayang jika dilewatkan.

    Perbedaan novel sastrawi dan novel populer memanglah tidak cukup dilihat dari satu segi saja (bahasa, tema, alur dll ; sesuai yang telah rekan-rekan semua utarakan di atas).

    Secara pribadi saya menilai perbedaan yang mencolok pada ke dua kelas novel ini ialah pada amanat (pesan) pengarang. Dalam novel sastra pengarang cenderung lebih luas memaparkan pemikiran-pemikirannya mengenai permasalahan (biasanya sosial)

    jadi kesimpulannya amanat pada novel kelas sastra jauh lebih kaya daripada novel kelas populer.

    suatu contoh mengenai kekayaan amanat/makna pada novel kelas sastra : (HB. Jassin pernah mengungkapkan bahwa ketika membaca lagi karya sastra kita akan menemukan makna yang baru).

    BalasHapus
  70. saya setuju dengan pendapat Nda Arinda,yang menyimpulkan bahwa novel sastrawi mencolok akan amanat (pesan) yang disampaikan pengarang kepada pembacanya. Sedangkan novel pop kurang mencolok akan amanat (pesan) yang disampaikan pengarang kepada pembacanya.

    BalasHapus
  71. Selasa telah tiba, itu artinya untuk permasalahan ini akan disimpulkan dosen/pengampu mata kuliah Kajian Prosa Fiksi Indonesia.

    Diharap rekan-rekan semua tidak melewatkan kesempatan ini. persoalan perihal beda persepsi dari rekan-rekan semua akan dijelaskan Bapak&Ibu dosen kita.

    BalasHapus
  72. untuk RIKI
    tapi sebagian besar seperti itu.

    untuk NDA
    ya kita menunggu simpulan dari pembahasan yang telah teman-teman perbincangkan,supaya kami lebih mengerti akan masalh tersebut.

    BalasHapus
  73. Cecep : Pada dasarnya ketika kita membaca sebuah novel, kita harus terfokus pada cerita tersebut baik pada novel sastra maupun pop. Hal itu perlu dilakukan agar kita dapat dengan mudah memahmi novel yang kita baca. Saya sependapat dengan anda bahwasanya pop=cetek dan sastra=berat. Namun itu pun tergantung kepada pembacanya sendiri, sejauhmana ia menguasai kosa kata, karena bagi orang-orang yang sudah mempunyai kemampuan memahami kosa kata meskipun mereka membaca novel sastra mereka mengatakan hal itu mudah, sama halnya ketika mereka membaca pop.

    BalasHapus
  74. CICI
    betul sekali ci,tetapi sangat sulit untuk terfokus pada cerita tersebut karena ada permasalahn kita yang tidak mengerti akan kosa kata yang digunakannya itu.

    BalasHapus
  75. Novel kelas Populer= Mudah (cetek) & Novel kelas Sastra=Berat sebuah anggapan yang terkesan gegabah menurut saya.

    Pada dasarnya setiap kelas novel mempunyai kerumitannya masing-masing, itu tidak terlepas dari semua unsur pembangun novel itu sendiri.

    Novel sastra memanglah tidak mudah untuk dipahami secara kesuluruhan bahkan perlu membaca secara berulang-ulang untuk memahaminya, tetapi itu semua tidak berarti novel kelas lain mudah dipahami begitu saja.

    Menurut saya tidak ada kelas novel yang gampang (cetek) untuk dipahami secara keseluruhan, kita tetap harus mencoba mempertimbangkan isi dari novel itu sendiri. Meskipun pada dasarnya novel kelas sastra memang lebih sulit untuk dipahami daripada novel kelas populer.

    BalasHapus
  76. Mengenai perbedaan itu, yang saya ketahui dari bahasa dan kata-katanya juga sudah terlihat dan sudah dapat di bedakan.
    Novel sastrawi lebih berbobot dan berkomunikasi sebelum dimengerti.

    sedangkan novel pop lebih cenderung ke bahasa sehari-hari, sehingga mudah untuk dimengerti.

    BalasHapus
  77. kelas C hadir,,hehe...
    ternyata sudah hampir terlewatkan diskusi yang ramai ini...

    sebenarnya apabila kita membahas perbedaan novel pop dan novel sastrawi tidak akan ada habisnya,,perbedaan kedua novel tersebut menjadi salah satu perkembangan karya sastra yang dinamis saat ini hanya saja itu semua tergantung dari cara pandang kita memahami novel itu sendiri..
    sebagian dr kita memang banyak yang lebih suka membaca novel pop dibanding novel sastrawi karena lebih mudah untuk dimengerti dan ceritanya cenderung lebih ringan tapi ada juga sebaliknya lebih menyukai novel sastrawi yang menurut saya memiliki gaya bahasa sangat indah walaupun harus mengerenyitkan kening saat memabacanya..

    BalasHapus
  78. saya sependapat dengan opini saudara Gilang, bahwa novel sastrawi lebih bernilai sastra tinggi, sedangkan bahasa pada novel pop lebih ringan dan mudah dimengerti para remaja,namun dengan perbedaan dari segi bahasa itu bukan berarti novel pop tidak memiliki nilai sastra. seperti halnya novel Laila Majnun, novel itu termasuk pada novel pop, namun menurut saya bahasa dari novel tersebut memiliki nilai sastra yang sama seperti halnya novel sastrawi.

    BalasHapus
  79. Cep: Memang benar, pada dasarnya setiap kelas novel itu mempunyai kerumitan masing-masing. Tapi, menurut saya, pemahaman terhadap pop lebih mudah jika dibandingkan dengan sastra. Mengapa demikian? karena setelah saya membandingkan membaca sastra da pop, pemahaman membaca novel pop lebih cepat dibandingkan membaca sastra. Membaca sastra memerlukan kemampuan memahami kosa kata ekstra, karena di sana banyak terdapat kosa kata yang jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan bagi kita mungkin kata-kata itu asing.

    Gilang: Saya kurang mengerti, apa maksud novel sastrawi lebih berbobot dan berkomunikasi sebelum dimengert?

    BalasHapus
  80. dalam novel sastrawi,misalnya cerita tersebut bertemakan cinta,konflik yang tercipta selalu bersifat humanisme dengan balutan
    romantisme sehingga lebih terlihat bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya.

    sedangkan,novel pop dunia "Cinta" lebih dominan, dan biasanya diperlihatkan secara langsung cinta itu seperti apa, karena model tersebut
    sangat laku di masyarakat. hal seperti itulah yang selalu dipikirkan
    setiap penerbit untuk menjaga kelangsungan hidup penerbitan itu sendiri.


    dalam penulisannya,novel sastrawi memerlukan
    proses panjang dan pembelajaran yang dalam sehingga melalui makna dan isi
    cerita yang disampaikan, kita bisa memberikan pencerahan dan manfaat yang
    berguna bagi pembaca.

    Namun, bukan berarti novel pop adalah karya yang buruk. karena tidak ada
    batasan yang mengatakan sastra yang populer adalah sastra yang buruk. kehadiran
    sastra populer justru telah memperkaya khazanah kesusastraan.

    BalasHapus
  81. Cici
    berarti,semua itu tergantung kepada pembaca novel tersebut???
    memang banyak orang yang lebih menyukai novel pop karena bahasanya yang sangat mudah dipahami.

    BalasHapus
  82. cecep opandi profiks E,,

    mungkin menurut nda yang dimaksud cetek dan berat ialah seperti yg saya ungkapkan diatas

    dalam penulisannya,novel sastrawi memerlukan
    proses panjang dan pembelajaran yang dalam sehingga melalui makna dan isi
    cerita yang disampaikan, kita bisa memberikan pencerahan dan manfaat yang
    berguna bagi pembaca

    sedangkan novel populer tidak memerlukan proses yang panjang, karena cerita yang disajikan adalah cerita ringan yang bertemakan cinta, persahabatan, perkelahian dll yang berkaitan dengan dunia remaja.

    contohnya seperti yang telah didiskusikan kemarin oleh kelompok ririn, bagaimana kesulitan pramoedya ananta toer dalam membuat novel yang di presentasikan oleh kelompok ririn. saya rasa anda mengerti jika memperhatikan diskusi minggu lalu.

    BalasHapus
  83. Santi.. Ya, tingkat kesukaran atau kemudahan membaca suatu novel kembali lagi kepada pembacanya. Dari segi bahasa yang digunakan, memang pop lebih mudahkarena bahasanya mayoritas sama dengan bahasa yang kita gunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Tapi jika si pembaca telah terbiasa membaca sastra, hal itu sudah tidak asing lagi baginya, dan bagi dia membaca sastra atau pun pop itu sama saja.

    BalasHapus
  84. Cici : itu pertanyaan untuk saudara Cecep O_E?

    ternyaan pertanyaan anda itu dibuat untuk anda sendiri ya?

    "Memang benar, pada dasarnya setiap kelas novel itu mempunyai kerumitan masing-masing. Tapi, menurut saya, pemahaman terhadap pop lebih mudah jika dibandingkan dengan sastra. Mengapa demikian?"

    Novel populer lebih mudah dipahami daripada novel sastra. (itu bukan berarti novel kelas populer itu gampang/cetek)

    Menurut saya novel populer juga lumayan sulit untuk dipahami, tetapi novel sastra lebih sulit lagi.

    BalasHapus
  85. MAYA
    duh sygnya,kelas c tidak mengikuti diskusi jadi sulit untuk memahaminya.

    CICI
    iya seperti itu.sekarang yang harus kita lakukan adalah memperdalam ilmu tentang sastra.

    BalasHapus
  86. mungkin menurut gilang begini Ci, berkomunikasi disini ialah si pembaca lebih berfikir lagi tentang apa yang ia baca dalam cerita di novel tersebut.
    dan dengan demikian timbul lah rasa penasaran dan rasa ingin tau kepada novel tersebut.

    ada yang mau menambahkan ???

    silahkan ....

    BalasHapus
  87. tia larassati profiks E..


    mengapa anda bisa mengkatedorikan bahwa novel laila majnun ialah novel populer, karena yang saya tahu novel tersebut tidak menceritakan kisah cinta seorang remaja, atau wanita pekotaan.

    karena novel yang ditulis oleh Nizami adalah novel laila majnun versi indonesia, berarti cerita tersebut telah melegenda sejak dahulu.

    BalasHapus
  88. saya setuju dengan pertanyaan cici,,

    untuk sdr Gilang bisa anda jelaskan apa itu berkomukiasi dalam novel sastrawi?

    BalasHapus
  89. Cep.. Iya, saya tahu prtanyan itu untuk saudara cecep, tapi saya sependapat dengan cecep. Hanya menambahkan saja, mungkin saja cecep pun memiliki pemikiran yang sama dengan saya.
    maksud ada pertanyaan itu, saya ingin mengemukakan mengapa saya memberikan penjelasan demikian?? seperti itu Cep.
    Santi.. tentu saja..

    BalasHapus
  90. untuk saudara gilang, apakah hanya dari segi bahasa dan kata- kata saja sebuah novel dapat di bedakan?
    menurut pendapat saya bahasa dan kata- kata saja kurang tepat untuk menilai suatu perbedaan dalam sebuah novel.
    perbedaan kedua karakter novel ini menurut saya, terletak pada pengarangnya, pengrang novel sastrawi lebih cenderung megangkat suatu tema yang bisanya kental dengan adat istiadat atau budaya yang mereka ambil dari sebuah peristiwa yang terjadi dan di tambahkan dengan imajinasi mereka. sedangkan pengarang novel sastrawi kebanyakan para remaja yang biasanya bayak mengangkat suatu peristiwa yang bercerita tentang cinta dan kejadian remaja di zaman ini.

    BalasHapus
  91. Teguh: jika demikian, apakah hanaya ketika membaca sastra saja kita harus dapat berkomunikasi? bukankah setiap kita membaca novel baik novel sastra maupun pop itu kita harus dapat berkomunikasi dengan keduanya?

    BalasHapus
  92. HENDRIS:saya setuju dengan pernyataan anda tetapi biasanya yang sangat menonjol itu dari segi bahasa dan kata-katanya. mungkin bisa anda rasakan sendiri dari bahas-bahasa yang digunakannya itu.

    BalasHapus
  93. hendris

    mohon koreksi lagi komentar anda, sepertinya ada sedikit kesalahan.

    BalasHapus
  94. intinya kita harus menyeimbangkan antara membaca novel pop dan novel sastrawi agar pengetahuan kita terhadap perbedaan kedua novel tersebut semakin bertambah..
    apalagi kita sebagai calon guru bahasa dan sastra indonesia (amin) harus lebih mendalami tentang semua karya sastra..

    BalasHapus
  95. Untuk menilai sesuatu, kita tidak boleh mlihat dari satu sisi saja, namun harus dapat melihat secara keseluruhan.

    Setelah mengkaji lebih dalam, kita mengetahui bahwa banyak perbedaan yang kita temukan antara novel sastrawi dan pop.
    Seperti yang telah diungkapkan oleh teman-teman, perbedaannya dapat kita temukan diantaranya dari segi:
    diksi atau piihan kata,
    gaya bahasa yang digunakan,
    isi,
    tujuan pengarang,
    kualiatas novel,
    waktu bertahannya novel,
    latar belakang pembuatan novel,
    nilai-nilai yang terkandung,
    kemampuan pengarang dalam menyajikan ceritanya,
    alur permasalahan,
    cara pengarang dalam menuangkan gagasan atau idenya,
    amanat yang ingin disampaikan pengarang dan masih banyak lagi.

    Intinya, perbedaan itu akan kita temukan setelah membaca dan menganalisis sebuah novel atau karya sastra, serta mengkajinya lebih dalam. Jadi, perbedaan keduanya terletak dari keseluruhan isi dan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Novel sastrawi mengandung unsur-unsur sastra, sementara novel pop mengandung unsur-unsur pop seperti yang telah dikemukakan sebelumnya.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  96. assalamualaikum .buat arko , anda mengatakan bahwa karakter novel sastrawi dan populer terletak pada pada tujuan . apa yang anda maksud dengan novel sastrawi dan populer terletak pada tujuan. dan anda mengatakan juga novel sastrawi mengutamakan keindahan berbahasa. APAKAH ADA menurut anda novel sasrtawi yanh tidak memiliki keindahan berbahasa ? jika ada mohon berikan contohnya . terimakasih

    BalasHapus
  97. Untuk temanku Ratna,
    sebuah karya sastra, baik itu yang bergenre prosa, puisi, ataupun drama, semua itu pasti memiliki keindahan tersendiri.
    Keindahannya bisa kita lihat dari segi bahasa yang digunakan, bentuk penulisan, penyampaian dan yang lainnya. Sebab, intinya karya sastra bernilai estetik atau dalam satu kata saya definisikan, karya sastra itu "Indah"...

    BalasHapus
  98. saya sepndapat dengan sodara deska. seperti yang telah dikemukakan mengenai perbedaan karya sastra dan populer. setelah menganalisis novel "sang penyair " (sastra)dan novel " confeito " (populer), jelas terlihat dari segi diksi,
    gaya bahasa yang digunakan,isi,tujuan pengarang,faktor yang melatar belakangi pembuatan novel,dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

    BalasHapus
  99. menurut pendapat saya, perbedaan karya sastra populer dan sastrawi terlihat dari segi gaya bahasa yang di gunakan. karena dalam novel sastra yang saya baca lebih menonjolkan makna hiasan atau lebih banyak menggunakan majas-majas. sedangkan novel populer gaya bahasanya lebih bebas dan lebih mudah di pahami.

    BalasHapus
  100. menurut saya
    karya sastra populer jika dilihat dari segi gaya bahasanya sedikit mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, bahasa nya tidak begitu banyak menggunakan majas atau kiasan-kiasan yang membingungkan si pembaca.
    sedangkan karya sastra satrawi gaya bahasanya banyak menggunakan kata-kata kiasan yang memiliki arti yang sangat dalam.
    dan jika dilihat dari masa ke populerannya karya sastra populer tidak seperti karya sastra satrawi yang walaupun pembuatannya suadah lama namun karya sastra itu masih tetap banyak yang menikmatinya dan isi dari ceritanya pun masih sering dijumpai dalam kehidupan pada zaman sekarang. sedangkan karya sastra populer, kepopulerannya tidak begitu lama hanya populer pada zaman saat karya sastra itu di ciptakan.

    BalasHapus
  101. menurut saya
    perbedaan antara novel sastrawi dan novel populer dilihat dari ragam bahasanya dan dilihat dari segi penceritaannya. novel sastrawi lebih banyak menggunakan bahasa kiasan dan majas-majas sedangkan novel populer menggunakan bahasa sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami.

    BalasHapus
  102. menurut pemahaman saya
    novel populer lebih banyak menceritakan realita kehidupan sehari-hari
    sedangkan novel sastrawi isinya terdapat nilai-nilai yang terkandung di dalam novel tersebut.

    BalasHapus
  103. Kawanku Ratna Ningsih, Tujuan seorang pengarang dalam menulis cerita, lebih dominan :
    1.Novel sastrawi mengutamakan keindahan berbahasa ketimbang tema yang di usungnya Nilai estetis justru terdapat dalam setiap kalimat yang dituliskan penyair. Tujuan yang saya maksudkan adalah cerita dengan keindahan kalimat / gaya bahasa.
    2.Novel populer bertujuan memberikan hiburan yang sedang aktual di masyarakat. Tujuannya disini adalah memberi hiburan.

    Mungkin itu pendapat saya yang masih sama2 belajar. Mohon masukan yang lain.


    materi referensi :

    http://www.mail-archive.com/klub-sastra@yahoogroups.com/msg02756.html

    http://achyar89.wordpress.com/2009/06/24/perbandingan-novel-popular-tahun-70-80-90-dan-2000an/

    http://sastra-indonesia.com/2008/12/novel-populer-dan-novel-serius/

    BalasHapus
  104. menurut saya,
    novel sastra lebih mengolah bagaimana cara pengungkapannya,dan banyak menggunakan majas-majas sedangkan novel pop tidak terlalu sulit, mudah dipahami karena menggunakan gaya bahasa sehari-hari, dan banyak di gemari.Buktinya di toko -toko buku lebih dominan banyak karya sastra populer di banding karya sastra sastrawi.

    BalasHapus
  105. Menurut saya, perbedaan yang mencolok yaitu dari bahasa yang digunakan serta pesan moral yang terkandung. Novel sastrawi banyak menggunakan bahasa sastra sehingga sulit dipahami, sedangkan novel pop bahasanya mudah dipahami.

    BalasHapus
  106. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  107. menurut saya,perbedaannya terletak pada gaya bahasanya. Dalam sastrawi bahasanya banyak menggunakan majas, diksi yang dapat memperindah suatu karya sastra. Pembaca akan tertarik dengan bahasa yang disajikannya. Tetapi untuk dapat memahami karya sastrawi diperlukan pengetahuan yang luas tentang bahasa sastra. Dalam populer, tidak banyak menggunakan gaya bahasa. Sehingga banyak pembaca yang memahaminya. Untuk memahami karya populer, pembaca tidak perlu berpengetahuan banyak. Dan sekarang karya sastra kebanyakan sastra populer, karena mudah untuk membuat dan dipahaminya.

    BalasHapus
  108. menurut saya, perbedaan antara sastrawi dan pop sama dengan yang lain terletak pada bahasanya, sehingga kualitasnya pun berbeda. Sastrawi bahasanya lebih menonjolkan bahasa seorang sastrawan, yaitu bahasa yang tidak semua orang dapat menciptakannya. Sehingga dalam pembuatan karya sastrawi harus berimajinasi yang tinggi. Dan untuk memahaminya pun sulit karena dalam penciptaannya pun sulit. Sedangkan dalam karya sastra pop kurang berkualitas karena dalam menciptakan suatu bahasanya tidak memerlukan imajinasi yang tinggi, sehingga bahasanya tidak menonjolkan bahasa sastrawan.

    BalasHapus
  109. saya sependapat dengan teman-teman,
    Perbedaan novel sastrawi lebih mengacu pada nilai-nilai kesastraan
    dan diksinya sulit untuk dipahami dan dimengerti.
    Sedangkan novel populer lebih mengacu pada realita kehidupan sehari-hari, diksinya juga
    Mudah diahami dan dimengerti. Selain itu, novel popular bnyak diminati daripada novel sastrawi yang banyak mnggunakan kata-kata kiasan dan majas-majas yang sulit dimengerti oleh pembaca, juga novel populer sekarang sudah banyak yang di film kan, sehingga akan lebih mudah untuk dimaknainya.

    BalasHapus
  110. Risni Sri Umiyati_Profiks.C
    yuniartidahliaprofiks_c
    siskawahyuningsihprofiks_c

    Sekarang sudah ada materi yang baru. ayo kita berargumen pada materi yang baru, materi ini kan sudah ditutup dan sudah di ganti.

    BalasHapus
  111. Semua pendapat teman-teman di atas akan saya jadikan pembelajaran untuk prosa fiksi khususnya perbedaan sastrawi dan pop.

    BalasHapus
  112. menurut pendapat saya, perbedaan yang mencolok dari prosa pop dan sastrawi yaitu:
    - pop dilihat dari bahasa yang digunakannya lebih menggunakan bahasa sehari-hari dan tentunya bahasa tersebut lebih mudah dimengerti.
    Sastrawi bahasanya lebih sulit karena dalam pemilihan bahasanya sangat rumit sehingga pembaca harus menggunakan imajinasinya untuk memehami bahasa yang digunakan pengarang.
    - Dilihat dari isi:
    - Alu yang digunakan pop tidak rumit sedangkan alur sastrawi sungguh rumit dan bahasa yang digunakannya pun sangat berat dan sulit dimengerti karena menggunakan diksi sehingga terdapat nilai estetisnya peda cerita teresebut.

    BalasHapus
  113. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  114. Menurut saya sastra merupakan refleksi dari diri pribadi, orang lain, lingkungan sekitar dan dalam lingkup dunia yang lebih luas, yang diuraikan melalui tulisan dengan memadupadankan kata-kata.
    Semua novel merupakan hasil dari pemikiran penulis baik itu real maupun fiktif. Yang lebih menonjolkan dari novel sastra yaitu penglafalan gaya bahasanya dan di dalam ceritanya berkembang dari zaman dulu sampai sekarang.
    Sedangkan novel pop adalah novel yang berangkat dari keinginan pasar atau keinginan masyarakat secara umum. Dan lahir dari keuntungan pasar dan industri. Gaya bahasanya biasa saja, cerita yang disajikan di dalamnya mengikuti zaman yang sedang berkembang seperti sekarang ini.
    Jadi menurut saya pengasingan antara sastrawi dan pop tidak harus terjadi.

    BalasHapus
  115. Menurut saya, karya sastra berangkat dari realita sosial, hasil dari perenungan atau refleksi dengan kehidupan. Baik dirinya sebagai individu maupun makhluk sosial, baik hubungan dengan manusia, Tuhan, maupun alam.
    Novel sastra tidak berarti tidak bisa menguntungkan dan novel pop tidak berarti tidak memiliki nilai sastra. Pemilihan seperti ini hanya akan mereduksi nilai sastra itu sendiri.
    Dalam novel sastra, gaya bahasa yang digunakan sulit dimengerti karena menggunakan bahasa zaman dahulu sedangkan novel pop, gaya bahasanya mudah dimengerti karena gaya bahasanya mengikuti perkembangan zaman.

    BalasHapus
  116. menurut saya novel sastrawi lebih mengutamakan unsur sastra yang tidak semua kalangan pembaca dapat memahami secara langsung novel tersebut, sehingga membutuhkan pemahaman yang khusus yang hanya dimiliki oleh orang yang memahami sastra saja. Novel sastrawi juga menggambarkan unsur sejarah sebagai bahan ajar pada masa lalu, sedangkan novel pop atau modern menggambarkan unsur perkembangan masa sekarang dan cenderung menghibur serta dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

    BalasHapus
  117. Menurut pemikiran saya, perbedaan antara novel sastra dan novel pop salahsatunya terlihat dari gaya bahasanya. bahasa dalam novel sastra banyak menggunakan bahasa kiasan sehingga terkadang sulit untuk memahami maknanya. untuk itu butuh pemikiran yang sangat kritis.
    sedangkan novel populer, bahasa yang digunakannya sederhana sekali dalam arti bahasa yang digunakan pengarang adalah bahasa yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari bahkan ada menggunakan bahasa yang gaul. meskipun tak menutup kemungkinan terdapat ungkapan atau peribahasa yang digunakan, akan tetapi biasanya ungkapan tersebut sudah sering digunakan sehingga mudah memahaminya.

    BalasHapus
  118. Saya sependapat dengan pendapat dari teman-teman pada umumnya.Bahwa novel sastrawi memiliki unsur sastra yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam karena banyak menggunakan bahasa sastra yang pada umumnya sering digunakan pengarang pada masa lalu sehingga sulit untuk dipahami oleh semua kalangan. Sedangkan novel pop/modern lebih dapat dinikmati oleh berbagai kalangan pembaca karena unsur bahasanya dapat dipahami sesuai perkembangan jaman.

    BalasHapus
  119. Menurut pendapat saya, perbedaan sastra dan pop, pada sastra bahasa yang digunakan mayoritas menggunakan bahasa kiasan, bahasa-bahasa yang sedikit dimengerti oleh kita, tidak menggunakan bahasa-bahasa yang digunakan pada umumnya dan ceritanya pun menggambarkan peristiwa atau kejadian pada saat itu. Pemilihan kata sangat diutamankan pada sastra. Sedangkan pada pop bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, jadi mudah dimengerti oleh kita selaku pembaca dan ceritanya pun dapat mudah dimengerti secara langsung kerena alur ceritanya banyak yang mengisahkan kehidupan atau pengalaman pribadi pengarang.

    BalasHapus
  120. saya sependapat dengan pendapat teman-teman diatas bahwa novel sastrawi memiliki pemahaman yang aga sulit dibandingkan dengan novel pop/modern karena dilihat dari gaya bahasa yang digunakan oleh pengarangnya.Novel sastrawi cenderung menggunakan bahasa jaman dahulu dan bisa digunakan sebagai bahan ajar yang abadi sedangkan novel pop menggunakan bahasa yang berkembang sesuai dengan perkembangan jaman sehingga bisa dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat.

    BalasHapus
  121. pendapat saya tidak jauh dari pendapat teman-teman, novel sastrawi cenderug mengguakan bahasa yang cukup sulit untuk dipahami atau menggunakan bahasa jaman dahulu,yakni pembaca mesti benar-benar membacanya agar dapat memehami isi bacaan,sedangkan Novel pop ini menggunakan bahasa yang dipakai sehari-hari jadi mudah sekali untuk difahami,dan layak dibaca oleh semua kalangan.

    BalasHapus
  122. menurut pendapat saya perbedaan antara novel sastrawi dan novel pop, novel sastrawi menggunakan bahasa sastra yang sulit dimengerti hanya orang-orang tertentu yang dapat memehami bahasanya,sedangkan novel pop menggunakan bahasa yang mudah dimengerti jadi dapat dibaca oleh semua kalangan.

    BalasHapus
  123. menurut saya novel sastrawi lebih sulit di pahami di banding novel pop/modern.karena dilihat dari cara penyampaian pemgarang dalam melukiskan cerita dalam karangannya tersebut.

    BalasHapus
  124. Menurut saya sastrawi menggunakan bahasa yang di sulit dimengerti oleh pembaca yang tidak memiliki kemampuan dalam bersastra sedangkan sastra pop lebih mudah dipahami oleh seluruh kalangan pembaca.

    BalasHapus
  125. yang pernah saya baca bahwa perbedaan karakter novel sastrawi dan poupler terletak pada tujuannya.Novel sastrawi mengutamakan keindahan berbahasa ketimbang tema yang di usungnya. Misalnya novel La Barka, temanya tentang percintaan tapi itu bukan yang utama. Nilai estetis justru terdapat dalam setiap kalimat yang dituliskan penyair.

    Berbeda dengan novel populer yang bertujuan memberikan hiburan yang sedang aktual di masyarakat, novel populer bisa laris seketika tapi mudah untuk dilupakan pembaca karena muncul novel-novel yang baru dengan cerita yang baru.

    saya merasakan sendiri novel sastrawi bisa tahan dengan zaman, apabila berkualitas tentunya. sampai sekarang kita masih mendengar nama-nama pengarang dahulu (Sutan Takdir Alisyahbana, Marah Roesli, Tulis Sutan Sati, dst.)
    tapi saya tidak tahu pengarang novel populer sekarang bisa masih dikenal 10 sampai 100 tahun mendatang.

    BalasHapus
  126. Prosa Sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya,
    sedangkan Prosa Pop lebih mengarah pada kehidupan dan mudah untuk dipahami.

    BalasHapus
  127. Pendapat saya, Perbedaan sastrawi dan pop terletak pada gaya bahasa yang digunakan sehingga mempengaruhi dalam proses pemahamannya.
    sastrawi lebih cenderung memakai gaya bahasa yang puitis, lebih menonjolkan segi estetiknya. namun dalam pemahamannya agak sulit dan tidak semua orang bisa memahaminya
    kalau pop memakai bahasa yang sederhana atau gaya bahasa yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap orang dengan mudah dan cepat dalam proses pemahamannya.

    BalasHapus
  128. perbedaan sastrawi dan pop menurut pendapat saya karya sastrawi bahasa yang digunakan tidak mudah di mengerti karena menggunakan bahasa yang rumit
    sedangkan Pop bahasanya lebih mudah dimengerti karena menggunakan bahasa sekarang.

    BalasHapus
  129. pendapat saya sastrawi dan pop memiliki perbedaan yang terletak pada kualitas pemahaman isi untuk memahami maknanya. selain itu juga pada gaya bahasa yang di gunakan sastrawi lebih kental nuansa puitis, tidak mudah di pahami. sedangkan pop lebih mementingkan kesederhanaan tulisan sehingga mudah untuk di pahami.

    BalasHapus
  130. perbedaan antara sastrawi dan pop terdapat pada keindahan aslinya. sastrawi itu bahasa yang digunakan sulit untuk dipahami oleh si pembaca. Sedangkan sastra pop merupakan karya yang dianggap populer baru dikenal tahun 70 an dan lebih cenderung menggunakan bahasa sehari-hari dikalangan remaja.

    BalasHapus
  131. apakah bisa sastrawi digolongkan kepada sastra lama???

    BalasHapus
  132. berdasarkan apa yang telah saya baca dari pendapat kaka kaka sekalian, novel satrawi merupakan sebuah novel yang memiliki tingkatan bahasa yang sukar di mengerti, sehingga si pembaca harus bisa mengimajinasikan apa yang tertulis dalam novel tersebut, sedangkan novel pop merupakan sebuah novel yang popoler di masyarakan, novel pop hadir dari cerita masakini, lebih kepada pemenuhan pasar, dan penggunaan bahasanya bisa di bilang mudah dan umun, istilahnya menggunakan bahasa sehari hari atau bahasa gaul.

    maaf ikut nimrung tp ga tau bnr ga tau salah

    BalasHapus